Tingkatkan Akurasi Peringatan Dini, BMKG dan WNI Kembangkan Sistem AI Prediksi Hujan
JAKARTA, Liputankabarkota.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Weathernews Inc. (WNI) melalui penandatanganan Collaboration Agreement di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan bersama sistem prediksi curah hujan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menggunakan integrasi data radar cuaca, sebagai langkah nyata memperkuat akurasi peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia.
Usai penandatanganan perjanjian yang dilaksanakan di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan executive meeting antara BMKG dan WNI. Rapat tersebut membahas rencana pengembangan sistem, tahapan implementasi, serta target pemanfaatan hasil kolaborasi.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan komitmen global United Nations Early Warnings for All (EW4All) serta Rencana Strategis World Meteorological Organization (WMO) 2024–2027. Kedua inisiatif tersebut mendorong penguatan sistem peringatan dini melalui pemanfaatan teknologi inovatif, termasuk kecerdasan buatan.
“Sebagai satu-satunya lembaga yang memegang mandat resmi dalam penyampaian Peringatan Dini di Indonesia, BMKG terus berupaya memperkuat kemitraan inklusif dengan sektor swasta internasional guna mendukung transformasi digital yang adaptif dan terpercaya,” kata Guswanto.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini secara khusus berfokus pada pengembangan bersama (co-development) sistem prediksi curah hujan berbasis AI yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Pelaksanaannya mencakup pengembangan sistem, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) BMKG, serta evaluasi dan pengelolaan operasional sistem.
“Melalui kolaborasi ini, BMKG dan WNI akan memadukan data radar historis maupun real-time milik BMKG dengan keahlian model AI dari WNI guna membangun sistem prediksi yang lebih akurat,” tambahnya.
Selain pengembangan teknologi, kerja sama ini juga mencakup pengaturan tata kelola data dan hak kekayaan intelektual secara adil dan akuntabel. Data primer yang berasal dari Indonesia tetap menjadi milik BMKG, sementara proses komputasi model AI akan menggunakan infrastruktur komputasi milik BMKG sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Adapun hak kekayaan intelektual dan data yang dihasilkan dari proyek ini akan dimiliki bersama oleh kedua belah pihak dengan tetap memperhatikan prinsip kerahasiaan, kedaulatan data, serta ketentuan hukum yang berlaku.
“Hasil dari kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akurasi dan kapasitas prediksi curah hujan BMKG. Produk dan data yang dikembangkan bersama ini tidak hanya akan memperkuat sistem mitigasi bencana alam dan manajemen risiko bencana di Indonesia, tetapi juga mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas sosial-ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Director Executive Officer sekaligus Chief Operating Officer Risk Management Weathernews Inc., Daisuke Abe, menjelaskan bahwa pengembangan sistem akan dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, proyek akan berfokus pada pemanfaatan data radar cuaca, kemudian dilanjutkan dengan integrasi data observasi lainnya setelah melalui evaluasi pengembangan.
Abe menegaskan bahwa pihaknya memahami ketentuan yang mengatur pemanfaatan data radar BMKG sehingga seluruh proses pengelolaan data akan mengikuti regulasi yang berlaku.
“Kami sangat paham dan aware ada regulasi tertentu, sehingga data radar pada dasarnya akan tetap menjadi konsumsi in-house dan tidak akan keluar dari pihak manapun selain BMKG,” imbuhnya.
Persiapan implementasi kerja sama ini antara lain mencakup penyediaan training data oleh BMKG agar workshop dapat langsung dimanfaatkan untuk praktik pengembangan model bersama tim teknis.
Proyek yang dirancang berlangsung selama tiga tahun ini akan dilanjutkan dengan tahapan evaluasi, dengan target kesiapan hasil pengembangan untuk dirilis kepada masyarakat pada musim hujan 2027-2028. Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak juga menekankan bahwa pengembangan sistem tidak berhenti pada kemampuan nowcasting atau prakiraan jangka pendek, tetapi diarahkan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki manfaat operasional yang terukur bagi layanan informasi cuaca.
Melalui kerja sama ini, BMKG dan Weathernews Inc. diharapkan dapat menghadirkan sistem prediksi curah hujan berbasis AI yang andal, dikelola dengan tata kelola data yang sesuai ketentuan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan meteorologi, mitigasi bencana, dan keselamatan masyarakat.
