Enam Perajin Batik Jepara Terima Penghargaan di OCTOFEST 2026, Pelestari Disabilitas Turut Diapresiasi

Enam Perajin Batik Jepara Terima Penghargaan di OCTOFEST 2026, Pelestari Disabilitas Turut Diapresiasi

JEPARA, Enam perajin dan pelestari batik Jepara menerima penghargaan dalam kegiatan Mengukir Wastra Jepara yang menjadi bagian dari rangkaian OCTOFEST 2026. Apresiasi tersebut diserahkan di Sentra Industri Seni Patung dan Relief Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Sabtu (31/10/2026) malam.

Ketua Dekranasda Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo menyerahkan penghargaan kepada perajin dan pelestari batik Jepara di panggung Octofest 2026
Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo (kanan) menyerahkan penghargaan dan piagam apresiasi kepada enam perajin serta pelestari batik Jepara dalam acara "Mengukir Wastra Jepara" rangkaian Octofest 2026 di Sentra Industri Seni Patung dan Relief Desa Mulyoharjo, Jepara, Sabtu (31/10/2026) malam.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para perajin dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Jepara. Salah satu penerimanya adalah kelompok perajin penyandang disabilitas mental dari Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) Waluyotomo Jepara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas ketekunan para perajin dalam melestarikan warisan batik Jepara.

Selain kelompok perajin RPSDM Waluyotomo, lima penerima lainnya yakni Suyanti dari Nalendra Galeri, Suliswati dari Hasna Batik, Ahmad Jalaludin dari Batik Mapan Singorojo, Titik Susanti dari Safana Batik, serta Azzahra Ayu Krisna dari Program Kecakapan Wirausaha (PKW).

Laila, yang akrab disapa Ella, menjelaskan bahwa kontribusi para perajin juga terlihat melalui enam karya batik Jepara yang dihibahkan kepada Museum Batik Pekalongan. Penyerahan karya tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2026.

“Penyerahan enam karya batik ini membawa cerita tentang Jepara, tentang cinta, dan ketekunan para pembatiknya ke ruang publik yang lebih luas agar dapat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia di Museum Batik Pekalongan,” kata Ella.

Enam karya tersebut memiliki motif dan karakter tersendiri. Di antaranya Batik Elung Bumi Kartini karya Suyanti, Batik Sulur Mantingan karya Suliswati, serta Batik Ciprat Waluyotomo hasil karya kelompok perajin RPSDM Waluyotomo.

Tiga karya lainnya meliputi Batik Gentong Keramat Ukiran Lung Lungan karya Ahmad Jalaludin, Batik Lomban Samudra Berkah karya Titik Susanti, serta Batik Alam Asri Desaku karya Azzahra Ayu Krisna.

Menurut Ella, wastra dan seni ukir merupakan bagian dari identitas serta warisan sejarah masyarakat Jepara. Keduanya menjadi kekayaan lokal yang perlu terus dilestarikan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Melalui ajang ini, kita ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa produk UMKM maupun IKM Jepara adalah karya kreatif autentik yang lahir dari tangan-tangan terampil anak bangsa,” ujarnya.

Salah satu penerima penghargaan, Suyanti dari Nalendra Galeri, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan kepada para pelestari batik Jepara.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan dan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

“Ini sebuah anugerah Allah sudah memberikan bimbingan kepada kami pelestari batik Jepara,” tuturnya.

Suyanti turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jepara dan Ketua Dekranasda atas dukungan terhadap para pelaku UMKM. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi dorongan bagi perempuan untuk terus berkarya, mandiri, dan memberdayakan sesama.

Kegiatan Mengukir Wastra Jepara merupakan bagian dari OCTOFEST 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Dekranasda bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara.

Selain pemberian penghargaan kepada para perajin batik, rangkaian kegiatan tersebut juga menghadirkan peragaan busana Batik Kids serta menampilkan berbagai produk industri kecil dan menengah (IKM) Jepara.

Melalui kegiatan ini, batik Jepara tidak hanya diperkenalkan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai kreativitas, identitas, dan potensi ekonomi. Apresiasi terhadap para perajin diharapkan dapat mendorong keberlanjutan regenerasi pembatik serta memperluas pengenalan karya lokal ke tingkat yang lebih luas.

Liputan Kabar Kota

Sumber: https://www.liputankabarkota.com/2026/11/enam-perajin-batik-jepara-terima-penghargaan-octofest-2026.html