JEPARA, Kerajinan khas Kabupaten Jepara dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar Meksiko. Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Meksiko di Jakarta, Rodrigo Vázquez Ortega, menyatakan ketertarikannya untuk memperkenalkan produk mebel dan batik Jepara kepada pemerintah serta masyarakat di negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodrigo saat meninjau Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara bersama rombongan Diplomatic Forum Jepara, Rabu (4/11/2026). Ia menilai Indonesia dan Meksiko memiliki banyak kesamaan, terutama dalam keragaman corak motif serta teknik pembuatan produk kerajinan.
“Saya rasa kita memiliki banyak kemiripan antara Indonesia dan Meksiko, mulai dari keberagaman corak hingga cara memproduksi kerajinan dan layanannya. Karena itu, saya percaya ada peluang pasar yang sangat besar di Meksiko,” ujar Rodrigo.
Dari sekian banyak hasil kriya yang dipamerkan, Rodrigo menyebut mebel dan batik Jepara sebagai produk yang paling menyita perhatiannya, terutama karena kekayaan kekhasan motifnya.
Ia bahkan berencana membawa sejumlah sampel produk IKM Jepara untuk diperkenalkan langsung di Meksiko sebagai langkah awal membuka akses pasar di kawasan Amerika Latin.
“Tentu saja. Sebab itulah saya membawa sampel-sampel ini untuk memperlihatkan kepada pemerintah dan masyarakat kami tentang apa yang dikerjakan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia,” tambahnya.
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Syahnez Danniar Yusuf, menjelaskan bahwa Galeri Dekranasda berfungsi sebagai wadah promosi dan pembinaan kriya lokal melalui pelatihan, peningkatan standar kualitas, hingga fasilitasi akses pemasaran.
“Dekranasda merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan kerajinan lokal, meningkatkan kapasitas perajin, serta memperluas jangkuan promosi,” jelas Syahnez.
Galeri Dekranasda Jepara yang mulai beroperasi sejak Agustus 2025 tersebut kini menampung 120 pelaku IKM. Produk yang dipamerkan meliputi seni ukir kayu, kain tenun Troso, batik Jepara, produk fashion, hingga aneka kerajinan tangan.
“Kami berharap produk-produk yang menarik perhatian para delegasi dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan, sekaligus menjadi jembatan diplomasi budaya dan perdagangan kerajinan Jepara di negara masing-masing,” tutupnya.
