Wabup Jepara Pantau Uji Coba MBG Prasmanan di SD Kanisius Kauman
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar memantau uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SD Kanisius Kauman Jepara, Kamis (8/10/2026). Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyajian makanan berjalan tertib serta memenuhi aspek gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
![]() |
| Pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis dengan sistem prasmanan di SD Kanisius Kauman Jepara |
Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hajar didampingi sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten I Sekretaris Daerah Jepara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian, Camat Jepara beserta Satgas MBG Kecamatan, serta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara.
MBG Prasmanan Masih dalam Tahap Uji Coba
Penerapan sistem prasmanan dalam program MBG di Kabupaten Jepara masih berada pada tahap uji coba. Dari sembilan sekolah yang direncanakan menjadi sasaran penerapan pola tersebut, baru SD Kanisius Kauman Jepara yang menjalani uji coba.
Pada tahap awal, layanan prasmanan diberikan kepada siswa kelas IV, V, dan VI. Para siswa mengambil makanan dari meja penyajian yang telah disiapkan dengan tetap memperhatikan kebersihan dan ketertiban.
Menu yang disediakan terdiri atas nasi, lauk, sayuran, dan buah. Dalam proses pelayanan, petugas menggunakan perlengkapan pelindung, seperti penutup kepala, masker, dan sarung tangan, untuk mendukung penerapan kebersihan selama penyajian makanan.
Uji coba tersebut telah berlangsung selama empat hari sebelum monitoring dilakukan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait memantau pelaksanaannya sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu dievaluasi sebelum sistem serupa diterapkan di sekolah lain.
Gus Hajar Tekankan Gizi dan Keamanan Pangan
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menilai tahap uji coba diperlukan untuk memastikan sistem prasmanan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada makanan yang disediakan, tetapi juga mencakup proses penyajian, kebersihan, keamanan pangan, serta ketertiban siswa saat mengambil makanan.
“Yang kita lihat bukan hanya makanannya, tetapi juga bagaimana proses penyajiannya, kebersihan, keamanan pangan, serta bagaimana anak-anak mengambil makanan dengan tertib dan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil monitoring dan evaluasi di SD Kanisius Kauman akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan pelaksanaan program sebelum pola prasmanan diterapkan di sekolah lainnya.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan teknis di lapangan, termasuk pengaturan alur pengambilan makanan, penerapan kebersihan, dan pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.
Pemkab Jepara Dorong Pelaksanaan MBG yang Optimal
Pemerintah Kabupaten Jepara bersama BGN dan unsur terkait berkomitmen mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan program, mulai dari penyediaan makanan hingga proses distribusi dan konsumsi di sekolah.
Penerapan sistem prasmanan juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengambil makanan secara tertib dan bertanggung jawab. Dengan pendampingan yang tepat, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, pelaksanaan MBG di Kabupaten Jepara diharapkan semakin baik, sehingga tujuan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik dapat berjalan seiring dengan pembiasaan pola makan sehat dan kemandirian anak.
