Kebakaran Brak Mebel di Mantingan Jepara, Kerugian Ditaksir Rp5 Juta
JEPARA, liputankabarkota.com – Kebakaran terjadi di sebuah brak mebel di Desa Mantingan RT 014 RW 004, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (4/10/2026) dini hari. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp5 juta.
Tempat usaha yang terbakar diketahui milik Fahrur Rozi (38), warga Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara.
Berdasarkan laporan yang diterima Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik.
Damkar Jepara Terima Laporan Dini Hari
Petugas Damkar Jepara menerima laporan kebakaran sekitar pukul 00.08 WIB. Setelah menerima informasi, tim pemadam langsung menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.25 WIB dan segera melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke bangunan maupun area di sekitar brak mebel.
Dalam proses pemadaman, Damkar Jepara mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Mako 113.
Petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut yakni:
- Darno
- Maghpur
- Zufar
Proses pemadaman dan penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 01.05 WIB. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan atau area lainnya.
Brak Mebel Terbakar, Kerugian Capai Rp5 Juta
Area brak mebel yang terdampak kebakaran diperkirakan memiliki ukuran sekitar 10 meter x 1 meter.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut.
Damkar Jepara Imbau Warga Waspadai Korsleting Listrik
Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Sumiadji, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.
Menurutnya, kondisi kelistrikan perlu diperhatikan secara berkala, khususnya pada rumah maupun tempat usaha yang menggunakan banyak peralatan listrik.
“Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. Pastikan kabel tidak rusak, penggunaan stop kontak tidak berlebihan, serta segera matikan peralatan listrik apabila tidak digunakan,” imbau Sumiadji, Minggu (4/10/2026).
Ia juga mengingatkan pelaku usaha, termasuk pengrajin mebel di Jepara, agar memperhatikan aspek keselamatan dalam aktivitas produksi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pencegahan lebih baik daripada harus menghadapi kerugian akibat kebakaran,” tambahnya.
Pengrajin Mebel Jepara Perlu Waspadai Risiko Kebakaran
Sebagai salah satu daerah yang dikenal dengan industri mebel, Jepara memiliki banyak tempat produksi dan usaha yang menggunakan bahan kayu serta mesin produksi.
Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjadi penting, terutama di lingkungan tempat usaha.
Selain korsleting listrik, keberadaan sisa bahan kayu dan serbuk kayu serta penggunaan mesin produksi juga perlu diperhatikan. Penataan bahan mudah terbakar dan penggunaan peralatan listrik secara aman dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan peralatan produksi dalam kondisi aman sebelum dan setelah digunakan.
Sumber: Damkar Jepara.
