Bupati Jepara Prioritaskan Pengembangan Wisata Desa Kemujan Karimunjawa
JEPARA, liputankabarkota.com – Bupati Jepara H. Witiarso Utomo memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan wilayah kepulauan.
![]() |
| Pemerintah Kabupaten Jepara membahas pengembangan pariwisata dan infrastruktur Desa Kemujan dalam kegiatan Ngopi Bareng di Balai Desa Kemujan |
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi (Ngolah Pikir) Bareng bersama masyarakat Desa Kemujan di Balai Desa Kemujan, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta membahas potensi dan kebutuhan pembangunan desa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit bersama sejumlah kepala perangkat daerah diterima Petinggi Desa Kemujan Mas’ud Dwi Wijayanto, perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Mas’ud menyampaikan bahwa Desa Kemujan memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Potensi tersebut meliputi rumah adat, kesenian pencak, Makam Syekh Sayyid Abdullah, budidaya rumput laut, Bandara Dewadaru, hingga wisata pantai.
Selain kekayaan alam dan sejarah, Desa Kemujan juga memiliki keragaman budaya. Sejumlah kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut antara lain suku Bugis, Madura, Jawa, Mandar, dan Bajo.
Menurut Mas’ud, keragaman tersebut perlu diperkenalkan lebih luas agar identitas budaya Desa Kemujan semakin dikenal wisatawan.
“Kami mewakili masyarakat Desa Kemujan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengembangkan potensi desa, sehingga banyak wisatawan tertarik datang ke Desa Kemujan,” ujarnya.
Infrastruktur dan Kebersihan Jadi Perhatian
Mas’ud menjelaskan, Desa Kemujan berada di wilayah kepulauan Laut Jawa yang dikelilingi perairan laut dan didominasi kawasan pesisir. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah penduduk Desa Kemujan tercatat sebanyak 3.392 jiwa.
Dari sisi infrastruktur, panjang jalan kabupaten di wilayah Desa Kemujan disebut mencapai 11.185 meter. Rinciannya, sepanjang 6.584 meter dalam kondisi baik, 3.951 meter dalam kondisi kurang baik, serta 650 meter mengalami kerusakan berat atau belum terbangun.
Menanggapi aspirasi tersebut, Mas Wiwit menyatakan pemerintah daerah akan mengembangkan potensi unggulan Desa Kemujan secara bertahap agar desa tersebut dapat menjadi tujuan wisata tersendiri, bukan sekadar wilayah yang dilewati wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.
“Pemkab Jepara akan turun tangan mengembangkan pariwisata di Desa Kemujan. Kami ingin wisatawan tidak hanya mengenal Karimunjawa saja, tetapi bergeser ke Desa Kemujan,” kata Mas Wiwit.
Ia juga meminta pemerintah desa memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama sampah di kawasan pantai. Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.
“Saya minta pihak Desa Kemujan memperhatikan kebersihan lingkungan. Ini untuk memastikan setiap wisatawan yang datang merasa nyaman kalau tempat wisatanya bersih,” tegasnya.
Tiga Alun-Alun Disiapkan untuk Pusat Kuliner
Selain pengembangan destinasi wisata, penataan ruang publik dan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari pembahasan.
Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyampaikan bahwa terdapat tiga lokasi alun-alun di Desa Kemujan, yakni di Dusun Kemujan, Batulawang, dan Telaga. Lokasi tersebut direncanakan dikembangkan sebagai pusat aktivitas masyarakat dan kuliner untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
Pembangunan alun-alun tersebut disebut akan didukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara dengan anggaran Rp800 juta. Rincian alokasi anggaran dan tahapan pelaksanaannya perlu dikonfirmasi kepada perangkat daerah terkait.
Sementara itu, pemeliharaan jalan di ruas Kemujan–Batulawang pada 2026 direncanakan menggunakan APBD dengan pekerjaan beraspal jenis AC-WC sepanjang 2.234 meter dan lebar 4–4,5 meter. Selain itu, terdapat pekerjaan jalan beton sepanjang 883 meter dengan lebar 4 meter.
DPUPR Kabupaten Jepara juga akan melakukan survei terhadap sejumlah ruas jalan di wilayah Karimunjawa. Ruas yang disebut menjadi perhatian meliputi Karimunjawa–Jati Kerep, Jati Kerep–Alang-alang, kawasan perkotaan Karimunjawa, Kapuran, serta jalur Alang-alang menuju Desa Kemujan.
Rencana penanganan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi di wilayah kepulauan.
Dorong Ekonomi dan Peluang Usaha Masyarakat
Pengembangan pariwisata Desa Kemujan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja, mulai dari sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Kabupaten Jepara mendorong pengembangan potensi wisata Karimunjawa, khususnya Desa Kemujan, agar berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, pelestarian lingkungan, dan pelibatan masyarakat lokal.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat, potensi alam, sejarah, serta keragaman budaya Desa Kemujan diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi penggerak perekonomian warga.
