Bupati Jepara Kunjungi Gereja Pantekosta Karimunjawa, Infrastruktur 2027
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit mengunjungi Masjid Ainul Yaqin Nyamplungan dan Gereja Pantekosta Karimunjawa dalam kegiatan Jumat Berangkat, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membangun kerukunan antarumat beragama.
![]() |
| Bupati Jepara Witiarso Utomo berfoto bersama jemaat dan unsur masyarakat saat kunjungan ke Gereja Pantekosta Karimunjawa dalam kegiatan Jumat Berangkat. |
Kegiatan Jumat Berangkat kali ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Desa Tempur dan Kepulauan Karimunjawa. Untuk agenda di Karimunjawa, kegiatan dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin Nyamplungan, Kecamatan Karimunjawa, dengan dihadiri langsung oleh Bupati Jepara bersama rombongan.
Mas Wiwit mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga di wilayah kepulauan.
“Kami hadir di Karimunjawa untuk bertemu masyarakat Karimunjawa serta menyerap aspirasi warga masyarakat,” ujar Mas Wiwit.
Ziarah ke Makam Sunan Nyamplungan
Usai mengunjungi Masjid Ainul Yaqin, Bupati Jepara bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam Syekh Amir Hasan atau Sunan Nyamplungan.
Ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya mendoakan para leluhur yang memiliki peran dalam sejarah Kabupaten Jepara, khususnya di wilayah Karimunjawa.
Bupati Jepara Kunjungi Gereja Pantekosta Karimunjawa
Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Gereja Pantekosta Karimunjawa. Kedatangan Bupati Jepara disambut Pendeta Mateus Selamet bersama jemaat gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Mateus Selamet menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati Jepara. Menurutnya, kehadiran kepala daerah secara langsung menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kehidupan umat beragama di Karimunjawa.
Ia menyebutkan, sejak gereja tersebut berdiri pada 1975, kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi jemaat karena Bupati Jepara hadir untuk bertemu langsung dengan mereka.
Kehadiran pemerintah daerah di gereja tersebut juga diharapkan dapat memberikan semangat bagi jemaat dalam menjalankan ibadah serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat lintas agama.
Selain menyampaikan apresiasi, pengurus Gereja Pantekosta Karimunjawa turut menyampaikan persoalan kebutuhan tenaga pendidik beragama Nasrani. Menurut pengurus gereja, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK), belum tersedia guru Nasrani yang mengajar di Karimunjawa.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jepara yang sudah berkunjung ke gereja kami. Ini baru pertama kali Bupati Jepara H. Witiarso Utomo bertemu dengan para jemaat di Gereja Pantekosta,” ungkap Mateus Selamet.
Jumat Berangkat untuk Semua Agama
Menanggapi kunjungan tersebut, Mas Wiwit menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berangkat tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dengan seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan agama.
Menurutnya, keberagaman merupakan bagian penting dalam membangun Kabupaten Jepara. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kita tidak membeda-bedakan agama satu dengan lainnya. Justru kita rangkul bersama untuk membangun Jepara, agar masyarakatnya maju dan sejahtera,” jelasnya.
Perbaikan Infrastruktur Karimunjawa Ditargetkan Bertahap pada 2027
Selain menyerap aspirasi terkait kehidupan sosial dan keagamaan, Bupati Jepara juga menyinggung kebutuhan pembangunan infrastruktur di Karimunjawa.
Mas Wiwit menegaskan, pemerintah daerah akan merealisasikan perbaikan infrastruktur secara bertahap pada 2027. Ia menyebutkan, saat ini kondisi jalan di Desa Kemujan menjadi salah satu wilayah yang telah mengalami perbaikan.
Pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta menunjang pelayanan publik.
Melalui kegiatan Jumat Berangkat, Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menghimpun berbagai aspirasi sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.
